IMPLEMENTASI NILAI TOLERANSI DALAM PELAKSANAAN TRADISI BALALA’ PADA SUKU DAYAK KANAYANT DI DESA LINGGA SUNGAI AMBAWANG KUBU RAYA

Authors

  • Deki Universitas PGRI Pontianak
  • Erna Octavia Universitas PGRI Pontianak
  • Moad Universitas PGRI Pontianak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai toleransi dalam pelaksanaan tradisi Balala pada masyarakat Suku Dayak Kanayatn di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, aparat desa, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Balala merupakan ritual adat tahunan yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Jubata atas hasil panen dan permohonan keselamatan hidup. Pelaksanaan tradisi ini mencerminkan nilai toleransi yang tinggi melalui keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan status sosial tanpa adanya diskriminasi. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah tampak dalam setiap tahapan pelaksanaan tradisi, mulai dari musyawarah adat, persiapan, ritual inti, masa pantang, hingga penutupan. Tradisi Balala tidak hanya berperan sebagai pelestarian kearifan lokal, tetapi juga sebagai sarana memperkuat harmoni sosial dan integrasi masyarakat multikultural. Dengan demikian, tradisi Balala memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberagaman budaya dan menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis

Published

2026-05-28

How to Cite

Deki, Erna Octavia, & Moad. (2026). IMPLEMENTASI NILAI TOLERANSI DALAM PELAKSANAAN TRADISI BALALA’ PADA SUKU DAYAK KANAYANT DI DESA LINGGA SUNGAI AMBAWANG KUBU RAYA. CHARACTER AND CIVIC, 6(1), 26–41. Retrieved from https://jurnal.fipps.upgripnk.ac.id/index.php/PPKn/article/view/467

Issue

Section

Vol. 6 No. 1 Tahun 2026