ASPEK GENDER DALAM HUKUM ADAT DAYAK TOBAK TENTANG KEDUDUKAN DAN HAK PEREMPUAN DI KECAMATAN TOBAK KABUPATEN SANGGAU TAHUN 1993

Authors

  • Hidayat Universitas PGRI Pontianak
  • Emusti Rivashinta Universitas PGRI Pontianak
  • Teguh Agustian Universitas PGRI Pontianak

Abstract

Penelitian ini membahas aspek gender dalam hukum adat Dayak Tobag di Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau pada tahun 1993. Fokus utama kajian ini adalah kedudukan dan hak perempuan dalam struktur hukum adat serta pengaruh konstruksi gender terhadap penerapan norma-norma adat dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat serta tokoh perempuan adat yang memahami praktik dan dinamika hukum adat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan budaya dan sosial masyarakat Dayak Tobag, terutama dalam ranah domestik dan ritual adat. Namun, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan hukum adat masih sangat terbatas dan didominasi oleh laki-laki. Meskipun hukum adat secara normatif memberikan perlindungan kepada perempuan, dalam praktiknya penerapan hukum tersebut sering kali belum berpihak pada kepentingan perempuan. Perubahan mulai terlihat seiring masuknya pendidikan formal, pengaruh modernisasi, serta kebijakan pemerintah yang mendorong kesetaraan gender. Penelitian ini menekankan pentingnya pembaruan hukum adat agar lebih inklusif, adil, dan responsif terhadap isu gender.  Kata Kunci: Gender, Hukum Adat, Dayak Tobag, Perempuan, Kesetaraan

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Hidayat, Emusti Rivashinta, & Teguh Agustian. (2025). ASPEK GENDER DALAM HUKUM ADAT DAYAK TOBAK TENTANG KEDUDUKAN DAN HAK PEREMPUAN DI KECAMATAN TOBAK KABUPATEN SANGGAU TAHUN 1993. HISTORICA DIDAKTIKA, 5(3), 173–183. Retrieved from https://jurnal.fipps.upgripnk.ac.id/index.php/SEJARAH/article/view/454

Issue

Section

Vol. 5 No. 3 Tahun 2025